Showing posts with label soft skill. Show all posts
Showing posts with label soft skill. Show all posts

Thursday, October 16, 2014

JURNAL OPERASIONAL E-MONEY

JURNAL OPERASIONAL E-MONEY

OLEH : SITI I LADAYAT, IDA NURYANTI, AGUS FIRMANSYAH, ISNU YUWANA DARMAWAN

Pembahasan

Pada jurnal ini membahas mengenai operasional e-money. Jurnal ini mengkaji lebih jauh mengenai operasionalitas e-money dilihat dari berbagai aspek, baik teknis maupun non-teknis. Dari hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai operasionalitas e-money, sehingga dapat memberikan masukan mengenai grand design kebijakan yang perlu ditetapkan untuk mendorong penggunaan e-money sebagai altenatif lain alat pembayaran non-tunai disamping untuk penyempurnaan ketentuan mengenai kartu pra-bayar.

BAB I

Jurnal ini difokuskan terhadap produk e-money yang berbasis kartu atau yang biasa disebut dengan (card-based product).

BAB II

Pengertian e-money mengacu pada definisi yang dikeluarkan oleh Bank for International Settlement (BIS) dalam salah satu publikasinya pada bulan Oktober 19961. Dalam publikasi tersebut e-money didefinisikan sebagai “stored-value or prepaid products in which a record of the funds or value available to a consumer is stored on an electronic device in the consumer’s possession” (produk stored-value atau prepaid dimana sejumlah nilai uang disimpan dalam suatu media elektronis yang dimiliki seseorang). Pada bab ini juga dibahas mengenai  “prepaid product” dan “access product” adalah sebagai berikut:
1.Prepaid product (e-money)
-Nilai uang telah tercatat dalam instrumen e-money, atau sering disebut dengan stored value.
-Dana yang tercatat dalam e-money sepenuhnya berada dalam penguasaan konsumen.
-Pada saat transaksi, perpindahan dana dalam bentuk electronic value dari kartu e-money milik konsumen kepada terminal merchant dapat dilakukan secara off-line. Dalam hal ini verifikasi cukup dilakukan pada level merchant (point of sale), tanpa harus on-line ke komputer issuer.
2.Access product (kartu debet dan kartu kredit)
-Tidak ada pencatatan dana pada instrumen kartu.
-Dana sepenuhnya berada dalam pengelolaan bank, sepanjang belum ada otorisasi dari nasabah untuk melakukan pembayaran.
-Pada saat transaksi, instrumen kartu digunakan untuk melakukan akses secara on-line ke komputer issuer untuk mendapatkan otorisasi melakukan pembayaran atas beban rekening nasabah, baik berupa rekening simpanan (kartu debet) maupun rekening pinjaman (kartu kredit). Setelah di-otorisasi oleh issuer, rekening nasabah kemudian akan langsung didebet. Dengan demikian pembayaran dengan menggunakan kartu kredit dan kartu debet mensyaratkan adanya komunikasi on-line ke komputer issuer.
Sedangkan beberapa manfaat dari e-money :
-Lebih cepat dan nyaman dibandingkan dengan uang tunai
-Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu transaksi dengan e-money dapat dilakukan jauh lebih singkat dibandingkan transaksi dengan kartu kredit atau kartu debit
- Electronic value dapat diisi ulang kedalam kartu e-money melalui berbagai sarana yang disediakan oleh issuer.

BAB III

Pada bab ini membahas mengenai aspek teknis e-money. Sebagai alternatif alat pembayaran non tunai, e-money memiliki keunggulan dibandingkan dengan alat pembayaran tunai atau non tunai lainnya. Namun dibalik itu e-money juga memiliki resiko, Oleh karena itu, untuk mengenali potensi risiko yang ada pada e-money, perlu terlebih dahulu memahami aspek teknis pada e-money. Yang meliputi,
A. Media Penyimpanan Data Elektronis
Berdasarkan media yang digunakan untuk merekam ‘nilai uang’ yang telah dikonversi ke dalam format elektronis, seperti Card-based product (prepaid card) dan Software-based product (prepaid software)
B.Teknik representasi ‘nilai uang’ dalam e-money
Disini berdasarkan hasil rekam representasi ‘nilai uang’ dibedakan menjadi Balance-based product (teknik yang digunakan untuk memanipulasi data) dan Note-based product (Prinsip yang digunakan dalam konsep ini adalah merekam ‘bank- notes’ yang di-represantasi dalam bentuk ‘serial number’)
C. Features e-money
Penerapan features pada scheme e-money di berbagai negara sangat bervariasi. Seperti, Transferability, Otorisasi On-line, Information Collection, Operasional E-Money, dll
D.Proses Transaksi
Aspek teknis lainnya yang perlu diperhatikan terkait dengan tingkat keamanan adalah mekanisme transaksi dengan menggunakan e-money. Transaksi pembayaran dengan e-money pada prinsipnya dilakukan melalui pertukaran data elektronik antar dua media komputer dari pihak yang bertransaksi yaitu antara kartu konsumen dan terminal merchant dengan menggunakan protocol yang telah ditetapkan sebelumnya. Pertukaran data elektronik ini dapat dilakukan melalui kontak langsung (contact) atau tidak langsung (contactless) dengan bantuan alat yang disebut card-reader.

BAB IV

Diuraikannya mengenai potensial security, serta security measure yang dapat  diterapkan untuk mengantisipasi resiko-resiko dalam penyelenggaraan e-money

BAB V

Pada bab ini membahas mengenai berbagai aspek kelembagaan, disini disebutkan beberapa institusi dan beberapa lembaga yang bersangkutan dalam penyelenggaraan e-money

BAB VI
Sebagai instrumen non tunai lainnya, e-money juga memiliki beberapa resiko dan potensi implikasi terahadap kebijakan moneter. Oleh karna itu, peraturan mengenai e-money merupakan salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian khusus oleh bank sentral selaku otoritas sistem pembayaran dan otoritas moneter.

BAB VII

dibahas mengenai dampak e-money terhadap kebijaka moneter. Disini dibahas mengenai definisi uang, perlu tidaknya e-money dimasukkan dalam perhitungan M1, serta dampak-dampak lainnya.

BAB VIII

Dalambsb ini akan dibahas beberapa issue terkait model pengembangan e-money yang tepat untuk indonesia

Kesimpulan

1.Mengacu pada pengalaman di beberapa negara, e-money sebagai instrumen pembayaran elektronis terbukti telah memberikan manfaat sebagai alternatif instrumen pembayaran khususnya untuk pembayaran yang bersifat mikro dan ritel.  2.Sebagai instrument pembayaran yang bersifat elektronis, e-money memiliki berbagai potensi risiko sebagaimana alat pembayaran elektronis lainnya, sehingga untuk menjaga kepercayaan masyarakat, pengembangan e-money perlu memperhatikan security features untuk melindungi integrity, authenticity dan confidentiality dari sistem yang digunakan. Security measures yang perlu diterapkan meliputi pencegahan (prevention), pendeteksian (detection) dan pembatasan kerugian akibat penyalahgunaan (containtment).
3.Dalam penyelenggaraan e-money terdapat beberapa lembaga yang memegang peranan seperti penerbit (issuer), operator, penyelenggara kliring dan acquirer.

Kelebihan jurnal :

1. Menjelaskan secara detail mengenai operasional e-money serta perkembangannya
2. Sebagai alternatif alat pembayaran e-money merupakan salah satu yang terbaik dalam proses pembayaran ritel ataupun makro

Kekurangan jurnal :

1. Penjelasan yang dijabarkan terlalu meluas
2. Kurang penjelasan mengenai pembuatan e-money

Nama Kelompok :
Fadhlan Ahdian P
Febrizky Ramadhan
Muhammad Fadli
Nicholas Bima N P
Shandy Dafitra H
Taufik Hidayatullah

4IA16

Friday, May 25, 2012

Manusia dan Penderitaan


            Dalam kehidupan di dunia ini, ada 2 hal yang akan dirasakan oleh manusia di bumi, yaitu Kebahagiaan dan Penderitaan. Kebahagiaan membuat manusia senang karena memberikan rasa bahagia pada diri, sedangkan penderitaan adalah sebaliknya, yaitu kesedihan yang dirasakan oleh manusia yang terus dipendam, sehingga menjadi sebuah Penderitaan.  Penderitaan yang dirasakan bisa berupa penderitaan Lahir atau Batin atau Lahir Batin.
            Pada pembahasan kali ini, saya akan membahas tentang penderitaan manusia akibat Bencana Alam. Bencana Alam bermacam-macam, bisa berupa Gempa Bumi, Tanah Longsor, Tsunami, dll. Bencama Alam terbesar yang pernah dialami oleh warga Indonesia Khususnya daerah NAD(Nanggroe Aceh Darussalam) yaitu bencama Gempa Bumi yang disusul dengan Tsunami. Penderitaan yang dialami oleh warga Aceh ini cukup menyedihkan, mengingat banyaknya korban jiwa yang meninggal akibat Bencana ini.
Kesedihan akibat Penderitaan

            Penderitaan yang dirasakan Oleh warga Aceh ini bukan hanya sekedar Lahir atau Batin, tetapi Lahir dan juga Batin. Rasa kehilangan seseorang adalah sesuatu hal yang bisa membuat kita menderita, apalagi kehilangan orang yang kita cintai untuk selama-lamanya. Bukan hanya kehilangan seseorang yang dicintai yang dialami oleh warga Aceh ini, tetapi masih ada lagi, yaitu kehilangan Harta dan Benda. Kehilangan Harta dan Benda juga merupakan suatu penderitaan, bahkan semakin memperburuk penderitaan setelah kehilangan seseorang yang dicintai. Kehilangan Harta dan benda bisa berupa Rumah yang Hancur akibat terkena gempa atau Tsunami, Hilangnya semua Perhiasan ataupun pakaian. Mungkin saja penderitaan ini adalah penderitaan yang paling berat. Bisa anda bayangkan bagaimana penderitaan yang dirasakan, misalnya saja anda sudah bekerja, kemudian menyimpan harta dari hasil keringat anda untuk digunakan suatu hari, tetapi harta tersebut tiba-tiba saja lenyap. Bila manusia yang megalami hal ini terus menerus memikirkannya, bisa saja manusia itu kehilangan akal sehatnya, dan itu juga merupakan sebuah penderitaan yang cukup menyedihkan.
            Oleh karena ini, Kita harus menguatkan diri kita baik secara Lahir maupun Batin, sehingga jika suatu saat hal yang menimpa saudara-saudara kita, kita mengalaminya, kita mungkin bisa sedikit tabah menghadapinya. Sekian Tulisan dari penulis, Semoga bermanfaat.

Manusia dan Keindahan


Keindahan adalah suatu hal yang diinginkan oleh banyak orang, karena dengan keindahan, orang akan merasa senang dan bahagia. Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu :
1.      Keindahan dalam arti luas
Keindahan dalam arti luas menurut para ahli, yaitu :
o   Menurut The Liang Gie keindahan adalah ide kebaikan
o   Menurut Pluto watak yang indah dan hukum yang indah
o    Menurut Aristoteles keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga     menyenangkan
2.      Keindahan dalam arti estetik murni
Yaitu pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3.      Keindahan dalam arti terbatas
Yaitu yang menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa keindahan bentuk dan warna.
Ada dua nilai terpenting dalam keindahan, yaitu :
1.      Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
2.      Nilai intrinsik adalah sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut, contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.
Keindahan suatu Pemandangan


Keindahan dalam dunia ini meliputi banyak hal, seperti :
1.      Keindahan sebuah pemandangan
2.      Keindahan diri sendiri
3.      Keindahan Rumah, dll.

Saturday, April 21, 2012

Manusia dan Keadilan


Halo Sobat Blogger, sekarang saya akan membahas sedikit tentang “Manusia dan Keadilan” Tulisan ini dibuat untuk memenuhi Tugas Kuliah ^_^ . oke, langsung saja kita bahas.
            Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa “Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran”. Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: “Kita tidak hidup di dunia yang adil”. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya
Ada 3 Macam keadilan, yaitu :
• Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dan masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasamya paling cocok baginya (The man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan, Sunoto menyebutnya keadilan legal.Keadilan timbul karna penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yangselaras kepada bagian-hagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik.
• Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally). Sebagai contoh, Ali bekerja 10 tahun dan Budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi. yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Ali menerima Rp. 100.000.- maka Budi harus menerima. Rp 50.000. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama justru hal tersebut tidak adil.
• Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam rnasyarakat Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
Oke, Sekian Pembahasan kali ini. Semoga pembahasan ini bermanfaat bagi kita, aamiin ..

Pengertian Ideologi dan Jenis-Jenisnya


Halo Sobat Blogger, kali ini saya akan membahas sedikit tentang Pengertian Ideologi dan juga berbagai macam jenisnya.
Kata ideologi sudah tidak asing lagi bagi kita. Tapi apakah sesungguhnya ideologi itu? Bagaimana perkembangannya? Ada berapa macam ideologi di dunia ini? Disini saya akan membahas ideologi dimulai dari perkembangan pengertian ideologi, bentuk-bentuk ideologi dan berbagai macam ideologi di dunia.



Pengertian ideologi mengalami perubahan dari masa ke masa. Kata ideologi pertama kali dikumandangkan oleh Antoine Destutt de Tracy (1754-1836) yang hidup pada masa revolusi Perancis. Secara etimologis, ideologi berasal dari kata idea (ide,gagasan) dan ology(logos,ilmu). Pengertian ideologi menurut Tracy adalah kritik terhadap ide-ide atau keyakinan-keyakinan yang bercorak dogmatik dan tidak rasional. Perubahan pengertian ideologi terjadi seiring tampilnya tulisan Karl Marx dan Friedrich Engels dalam The German Ideology (1846). Marx yang menyorot masyarakat kapitalis mengemukakan bahwa ideologi lahir dari sistem masyarakat yang terbagi dalam kelas-kelas. Marx menyimpulakan ideologi sampai pada sebuah kesimpulan bahwa ideologi - dalam masyarakat kapitalis yang terpolarisasi antara kelas kapitalis dan kelas pekerja - tidaklah berbicara tentang keberadaan atau kenyataan empiris tetapi berbicara tentang kemanfaatan, kepentingan dan pamrih.


Perkembangan pengertian ideologi selanjutnya dipengaruhi oleh para pengikut Marx seperti Lenin dan Antonio Gramsci yang menunjukan minat yang lebih besar terhadap kajian tentang ideologi. Dalam pandangan Lenin – seorang pemimpin Revolusi Sosialis Rusia – ideologi merupakan ide-ide yang berasal dari kelas sosial tertentu yang berfungsi untuk mendukung kepentingan-kepentingan kelas tersebut. Antonio Gramsci juga mengembangkan pengertian ideologi berdasarkan adanya hegemoni kaum burjois dalam masyarakat kapitalis. Dalam pemikirannya, sistem kapitalis dapat berdiri kukuh karena ditopang oleh ketidaksetaraan kekuatan ekonomi dan politik, serta oleh hegemoni ide-ide dan teori-teori borjuis. Selain Marx dan kaum Marxis – sebutan untuk pengikut Karl Marx – Karl Mannheim (1893-1947) seorang sosiolog Jerman juga mempengaruhi perkembangan pengertian ideologi. Dalam buku Ideology and Utopia (1924), Mannheim mendefinisikan ideologi sebagai sistem pemikiran yang menjadi dasar tatanan sosial.


Sejak tahun 1960-an hingga kini, kajian tentang ideologi bergeser ke arah analisis ideologi dari perspektif sosial dan politik. Salah satunya adalah definisi ideologi menurut Martin Seliger yang menyebutkan bahwa ideologi merupakan seperangkat ide-ide dan melalui ide tersebut seseorang mampu menjelaskan tujuan serta tindakan sosial yang terorganisir atau dengan kata lain ideologi adalah pemikiran yang berorientasi pada tindakan. Di dalam Buku Ajar I, Logika, Filsafat Ilmu dan Pancasila, penulis mengadopsi pengertian ideologi yang dikembangkan sejak tahun 1960-an, yaitu dari Andrew Heywood (1998). Menurut Heywood, ideologi adalah seperangkat ide yang menjadi basis tindakan politik yang terorganisir.


Dalam kajian yang dilakukan Charles F. Andrain (1922, 82-84) ditemukan empat tipe nilai yang merupakan sumber pembentuk identitas bersama. Nilai pertama adalah nilai primodial yaitu nilai-nilai yang bersumber pada nilai-nilai yang dihayati oleh kelompok-kelompok etnis. Nilai kedua adalah nilai sakral yang berasal dari nilai agama dan ideologi. Nilai ketiga adalah nilai personal yang akan muncul seiring dengan tampilnya pemimpin-pemimpin karismatik yang mampu mempersatukan bangsa. Nilai keempat adalah nilai-nilai sipil, nilai yang mengarah pada penciptaan sistem politik yang mampu mengembangkan loyalitas warga negara terhadap bangsanya. Dari keempat nilai tersebut, ideologi merupakan bagian dari nilai sakral yang merupakan salah satu sumber pembentuk identitas bersama.


Ideologi merupakan salah satu tipe nilai yang mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian ideologi sangat berperan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ideologi dibagi menjadi dua bentuk, ideologi sebagai pemikiran tertutup dan pemikiran terbuka. Sebagai sistem pemikiran tertutup ideologi ini tidak mentolerir ide-ide dan keyakinan-keyakinan yang bertentangan dengannya. Sedangkan sebagai pemikiran terbuka, ideologi menerima kebebasan dan toleransi terhadap ide-ide dan keyakinan-keyakinan yang lain. Ada berbagai macam ideologi di dunia, diantaranya adalah liberalisme, kapitalisme, kolonialisme, nasionalisme, sosialisme, marxisme, fasisme, feminisme dan ekologisme.
Ideologi mempunyai berbagai macam jenis, yaitu sebagai berikut :

1.    Marxisme, Komunisme, dan Sosialisme
Marxisme, komunisme dan sosialisme seringkali dianggap sebagai ideologi atau paham yang memililki akar pemikiran sama dan saling berkaitan, yaitu pada perjuangan pembebasan kaum buruh (kelas pekerja,proletar) dihadapan kaum kapitalis (kelas pemilik modal, borjuis) dan penghapusan hak-hak milik pribadi atas alat-alat produksi yang digantikan oelh hak-hak milik kolektif yang secara dominan berhulu [ada pemikiran-pemikiran Karl Marx (1818-1883) dalam berbagai varian, baik revolusioner-radikal maupun reformis-moderat.
      Tiga pilar bangunan teori Marx yang dijadikan dasar Marxisme, Komunisme, dan Sosialisme ialah:
1.    paham materialisme sejarah (materialisme historis) yang intinya adalah bahwa ekonomi merupakan infrastruktur yang menentukan jalan sejarah uamt manusia.
2.    paham bahwa pemilik modal memeras buruh dan menguasai alat-alat produksi dalam sisitem industri, dan hal itu sebagai sumber ketidakadilan yang harus dimusnahkan.
3.    paham bahwa sejarah dunia merupakan perjuangan kelas proletar melawan kaum berjuis yang berakhir dengan kemenangan kaum proletar, sehingga lahir masyarakat tanpa kelas dalam kediktatoran proletariat dan sosialisme negara. Tema pokok teori Marx yang dijadikan dasar perjuangan ideologi ialah emansipasi (pembebasan), perjuangan keas dan pengahpusan hak milik pribadi.

            Sekian sedikit pembahasan tentang idelogi beserta jenis-jenisnya dari saya, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua, aamiin ..

Saturday, March 24, 2012

Bedah Lagu : Ebit G. Ade - Titip Rindu Buat Ayah


Halo sobat Blogger, kali ini saya akan membedah lagu yaitu lagu dari Ebit G. Ade yang Berjudul Titip Rindu Buat Ayah. alasan saya membedah lagu ini karena penulis ingin mengingatkan bahwa kita harus membahagiakan Ayah selama ia masih ada di Dunia.

Berikut ini adalah Lirik lagunya :

Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
Namun kau tetap tabah
Meski nafasmu kadang tersengal
Memikul beban yang makin sarat
Kau tetap bertahan

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
Kini kurus dan terbungkuk hm…
Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia

Ayah, dalam hening sepi kurindu
Untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
Kini kurus dan terbungkuk hm…
Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia


Lirik lagu ini bercerita tentang seorang Ayah yang dalam keterbatasan usia yang mulai menua dan fisik yang mulai renta tetapi Beliau tetap tabah akan keadaan. Ayah yang dalam masa mudanya semangat mencari uang menafkahi keluarganya kini tubuhnya kurus dan bungkuk. Tetepi semangat seorang Ayah tidak pernah pudar walaupun kaki-kakinya tidak sekuat saat muda dulu, jalannya gontai dan gemetar dan Ayah selalu setia untuk menjadi seorang imam keluarga yang terbaik.
Amanat yang bisa diambil dari lagu diatas bahwa Kita Harus mencintai Ayah kita, Ayah kita membutuhkan perhatian dari kita, Cinta dari kita, Kasih sayang dari kita. Jadi saya ingin mengingatkan kepada para pembaca, sayangilah Ayah Kalian selama Ayah kalian masih ada, buatlah Ayah kalian bahagia, dan jangan sampai kalian menyesal suatu hari nanti bila Ayah kalian telah tiada.

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Perubahan Kebudayaan


Halo sobat blogger, kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang Faktor-Faktor yang menyebabkan perubahan Kebudayaan.

Perubahan kebudayaan dalam masyarakat merupakan gejala perubahan pola hidup, kebiasaan dan struktur sosial dalam masyarakat yang disebabkan oleh beberapa faktor. Perubahan kebudayaan ini merupakan hal alami yang terjadi di masyarakat dikarenakan sifat alami manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Menurut sumber dari Wikipedia, perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat yang terjadi karena adanya perubahan komunikasi; cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi; dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Menurut Hirschman, kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.

Seperti yang telah disebutkan di atas, perubahan jumlah penduduk merupakan salah satu penyebab perubahan kebudayaan secara intern, baik itu dikarenakan kelahiran, kematian ataupun perpindahan (migrasi). Perpindahan penduduk merupakan salah satu penyebab yang patut diperhitungkan. Biasanya masyarakat pendatang cenderung membawa kebudayaan asalnya. Hal ini menyebabkan terjadinya pergeseran kebudayaan masyarakat asal dan terjadi pembauran kebudayaan. Hal ini diperkuat jika kebudayaan yang dibawa tampak lebih modern dan lebih menarik. Sebagai contoh masyarkat ibu kota yang melakukan migrasi ke daerah, cenderung memamerkan hal – hal baru yang dimiliki dan membawa kebudayaan kota yang biasa dilakukan ke daerah. Hal ini ditunjang oleh kemajuan teknologi, sehingga masyarakat daerah tertarik dan cenderung mengikuti pola, kebiasaan dan kebudayaan tersebut. Akan tetapi, tidak semua kebudayaan yang di bawa membawa pengaruh positif. Contoh lain yaitu adanya penemuan baru merupakan salah salah satu penyebab perubahan kebudayaan secara internal. Handphone merupakan salah satu temuan yang mengubah kebiasaan masyarkat dalam berkomunikasi. Masyarakat yang semula menggunakan surat sebagai sarana berkomunikasi, saat ini telah beralih menggunakan handphone. Bahkan handphone bukan lagi barang mewah.

Contoh lain penyebab perubahan kebudayaan secara eksternal adalah masuknya kebudayaan barat ke Indonesia dengan sangat mudah seperti perayaan Valentine, April mop, dan Halloween . Media masa, merupakan salah satu sarana utama masuknya kebudayaan tersebut dan berbaur dengan kebudayaan kita. Sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini selalu merayakan Valentine sebagai hari kasih sayang, tanpa mengetahui asal muasal dan tujuan kebudayaan tersebut. Pada umumnya mereka hanya menirukan kebiasaan yang dilakukan masyarakat barat untuk memberikan kado, tanda kasih sayang ke orang – orang spesial seperti yang dilakukan di film, televisi ataupu di artikel – artikel majalah. Hal ini sangat mengubah kebiasaan masyarakat kita. Buktinya setiap bulan Februari seluruh pusat perbelanjaan di Indonesia selalu dipenuhi oleh pernak pernik Valentine, setiap stasiun televisi menyiarkan berbagai film romantis, dll. Akan tetapi, kebudayaan tersebut juga memberikan dampak negative untuk masyarakat Indonesia. Terbukti dengan banyaknya remaja di tangkap saat merayakan Valentine dengan minuman keras dan seks bebas.

Masyarakat pada umumnya memang cenderung untuk menirukan hal – hal baru yang dianggap canggih, menarik dan menyenangkan, tanpa memikirkan dampaknya. Hal ini sudah sepatutnya diwapadai. Seiring dengan perkembangan teknologi dan komunikasi yang memudahkan setiap orang berkomunikasi dengan orang lain antar daerah, antar pulau, antar negara bahkan antar benua tidak menutup kemungkinan masuknya kebudayaan – kebudayaan asing kedalam masyarakat tersebut dan berbaur. Ditambah pula kesadaran generasi muda untuk mempertahankan kebudayaan asli yang semakin menurun memungkinkan hilangnya kebudayaan asli dari setiap masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia. Hal ini menuntut kepedulian dan perhatian lebih lanjut agar masyarakat Indonesia dapat mempertahankan kebudayaan – kebudayaan positif yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia di masa – masa mendatang.

ADAB PENULISAN DI INTERNET


Halo blogger, pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang adab-adab penulisan di internet. kalau menurut saya, ada 5 adab penulisan di internet, yaitu :

1. Tidak menggandung Unsur Pornografi
2. Tidak menggandung Unsur SARA (Suku, Agama, Ras, dan Adat)
3. Menggunakan Bahasa yang Sopan
4. Menyampaikan Informasi secara Real dalam artian informasi tersebut tidaklah palsu.
5.Tulis sumber dari mana kita mendapat Informasi jika kita mengambil Informasi tersebut dari orang lain, hal ini dilakukan untuk menghargai narasumber.

Ada juga cara yang lain untuk menulis di internet
yang baik :
1. Sembunyikan identitas orang/lembaga yang kita kiritik
2. Sebutkan bukti sumber informasi selengkap-lengkapnya
3. Sampaikan pujian lebih dulu
4. Setelah memuji, sampaikan ucapan terima kasih
5. Ciptakan kesan bahwa kita lebih menaruh perhatian pada orang/lembaga yang kita kritik
6. Perbanyaklah kata “kita”
7. Tempatkanlah diri lebih “rendah” daripada orang/lembaga yang kita kritik
8. Mohon maaflah atas segala kata-kata yang kita tuliskan

Friday, November 11, 2011

TES MINGGU KE-2 ILMU SOSIAL DASAR


1. Dalam gerak penduduk, maka yang termasuk dalam gerak penduduk harian adalah :
     a. transmigrasi                                             c. emigrasi
     b. sirkulasi                                                   d. urbanisasi

JAWABAN : d.

2. Penduduk didefinisikan sebagai
     a. sejumlah manusia yang mendiami suatu taempat tertentu dalam jangka waktu tertentu
     b. sejumlah mahluk hidup yang hidup benrsama dalam suatu tempat tinggal dan
        mempunyai ciri khusus
     c. sekelompok mahluk hidup yang terdiri atas sejumlah kelompok yang berbeda
     d. a, b dan c benar

JAWABAN : a.

3. Kebijaksanaan kependudukan yang sering ditempuh oleh negara-negara yang sedang
      berkembang pada umumnya adalah :
     a. menghambat kecepatan pertumbuhan penduduk
     b. melaksanakan urbanisasi
     c. menghapus kemelaratan
     d. pembangunan di segala bidang

JAWABAN : a.

4. Ciri utama mahluk sebagai insan sosial yang berkelompok adalah :
     a. pola hidup kita sepenuhnya ditentukan oleh kelompok
     b. mampu menentukan corak warna kelompok, dimana kita hidup
     c. menentukan kepentingan kelompok atas segala-galanya
     d. adanya ketergantungan antara yang satu dengan yang lain

JAWABAN : d.

5.      Kelahiran dan kematian merupakan contoh dari unsur kependudukan. Faktor dasar kependudukan ini mempunyai arti
A perubahan penduduk karena kelahiran dan kematian
B unsur-unsur yang mengakibatkan cepatnya laju pertumbuhan
C faktor-faktor yang mempengaruhi peruhan penduduk
D bagian-bagian yang terkait erat dengan penduduk dan perkembangannya
E pengklasifikasiannya penduduk menurut umur

JAWABAN : a.

6.      Tinggi rendahnya tingkat kelahiran dihitung dari jumlah kelahiran per 1000 orang penduduk, misalnya 50 orang tiap 1000 per tahun. Tingkat kelahiran termasuk katagori sedang bila jumlah kelahiran
A kurang dari 20
B 20 - 30
C 31 – 40
D 41 - 50
E lebih dari 50

JAWABAN : b.

7.      Tinggi rendahnya kematian dihitung dari jumlah kematian per 1000 penduduk tiap tahun, misalnya 10 orang pertahun. Tingkat kematian penduduk suatu negara termasuk kategori tinggi bila
A lebih dari 9
B lebih dari 14
C lebih dari 19
D lebih dari 24
E lebih dari 29

JAWABAN : c.

8.      Pertambahan penduduk alami adalah pertambahan penduduk
A yang tearjadi karena kelahiran
B dengan menghitung jumlah bayi lahir hidup
C yang ditentukan oleh kondisi alam tempat bermukim
D yang memperhitungkan perpindahan penduduk antar negara
E yang terjadi dari selisih jumlah kelahiran dan kematian

JAWABAN : e.

9.      Kadang-kadang terjadi perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain. Salah satu perpindahan itu disebut migrasi. Perpindahan penduduk disebut migrasi apabila
A di tempat baru ia menetap relatif cukup lama
B perpindahan itu dimaksud untuk mencari mata pencaharian
C ditempat baru ia memiliki tempat tinggal
D perpindahan itu terjadi antar wilayah negara
E perpindahan itu disertai anggota keluarga

JAWABAN : a.

10.  Masalah kependudukan adalah masalah yang bersegi banyak. Sumber masalah penduduk adalah akibat dari :
A perbedaan kebutuhan dan kepentingan masing-masing wilayah
B adanya pertumbuhan penduduk
C adanya perbedaan kondisi antar wilayah
D penyebaran penduduk yang tidak merata
E kondisi struktur penduduk yang kurang menguntungkan

JAWABAN : a.

11. Pendapat Leslie yang disitat oleh Parsudi tentang pengertian masalah sosial adalah
a.       suatu  kondisi yang mempengaruhi kehidupan sebagian esar masyarakat sebagai sesuatu yang tidak diinginkan / tidak disukai sehingga dirasa perlu untuk diatasi
b.      suatu keadaan yang tidak mempunyai pengaruh terhadap kehidupan warga masayrakat sehingga tidak perlu diatasi
c.       suatu kondisi dimana pengaruh kehidupan sebagian besar masyarakat sebagai sesuatu yang tidak disukai
d.      a, b dan c benar

JAWABAN : a.

12.  Kebudayaan penting peranannya dan dapat dilihat  sebagai mekanisme kontrol  bagi tindakan-tindakan    
       sosial manusia.Tapi bukan berarti bahwa setiap pengembangan kebudayaan dalam masyarakat harus
       semuanya diterima. Hal ini dikarenakan : 
a.       Berkenaan dengan istem penggolongan
b.      Berkenaan dengan nilai-nilai moral
c.       Berkenaan dengan berbagai hal lain yang diperlukan hidupnya
d.      A, b dan c salah

JAWABAN : d.

Friday, November 4, 2011

KESENJANGAN SOSIAL DI DALAM MASYARAKAT TERHADAP PERKEMBANGAN PRIBADI MANUSIA


Konflik yang terjadi di masyarakat selama ini banyak disebabkan adanya kesenjangan sosial, baik terkait ekonomi, hukum mau pun sosial politik. konflik yang dilatarbelakangi kesenjangan sosial itu dapat dilihat dari sejumlah peristiwa di tanah air.

Kita ambil contoh saja saat terjadi kerusuhan tahun 1998 , yang berakhir dengan lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan. Hal ini menunjukkan bahwa pribadi masyarakat pada umumnya menginginkan suatu keadilan, dan menuntut adanya keadilan bagi mereka.

secara objektif, kesenjangan itu juga disebabkan adanya keunggulan di bidang sumber daya, akumulasi modal dan penguasaan teknologi di kalangan etnis Tionghoa.
Namun dalam pandangan masyarakat, kesenjangan itu juga muncul karena adanya peranan pemerintah dengan memberikan berbagai kemudahan sehingga memunculkan potensi konflik.

Ketika potensi kekuasaan pemerintah dinilai lemah, masyarakat yang telah lama menyimpan kekesalan terhadap kesenjangan itu menjadi “meledak” sehingga mudah untuk melakukan kerusuhan.

Karena itu, pemerintah diharapkan dapat mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengurangi kesenjangan tersebut guna meredam potensi konflik yang ada di masyarakat.

Hal itu perlu disikapi karena dalam analisa yang lebih mendalam, tidak jarang kesenjangan tersebut muncul disebabkan adanya “peranan” pemerintah melalui pemberlakuan kebijakan yang kurang adil.